Senin, Oktober 26, 2009

Aku kalah

Seperti kata-kata,
seperti rasa
hilang dan datang begitu saja
Begitu juga semua ini,
Aku tak pernah mengundangya
Namun tamu yang dating petang ini wajahnya begitu mirip dengan yang pernah mengunjungiku tanpa permisi beberapa tahun lalu
Sedikit senyum dan air mata seorang gadis mungkin itu yang menjadi sebab kenapa aku merasa seperti telah ditebas pedang yang berlumuran darah tepat di jantungkuAku
ingin menangis, sebab rasa sakit dari luka ini begitu perih
Namun aku tak bisa melakukan semua itu
Aku ingin membalasmu dengan luka yang lebih menyakitkan atau bila perlu mengusirmu pergi dari hidupku…
Namun aku tak mampu melakukan itu

Apakah cinta selalu kejam seperti pertempuran??
Aku tak pernah tau, yang jelas saat ini aku telah kalah
Tetapi bukan kalah dalam peperanganku
Lalu tamu itu berkata “aku adalah luka, kehancuran dan puing-puing… aku ditinggalkan begitu saja oleh musuhku yang dulu adalah seorang keparat yang berpura-pura mengasihiku. Keparat ituberhasil merampas kehormatanku..”
Malam itu seakan hancur saat engkau ceritakan semuanya
Mimpi-mimpiku yang telah kucoba meraihnya sedikit demi sedikit menjadi lenyap begitu saja
Aku tak tau apa yang harus aku lakukan
Yah,, Aku telah kalah
Tapi bukan kalah dalam peperanganku

kini aku hanya berusaha menyembuhkan lukaku dan luka tamuku itu dengan aroma obat-obatan yang dibumbui sedikit rasa kecewa
Kupeluk ia, tamuku yang seperti pedang berlumuran darah itu
Lalu ku persilahkan dia menginap dirumah kecilku selama ia betah, selama aku mampu dan selama Tuhan merestui
Akan kubangun hidupku kembali dengan puing-puing ini
dengan sisa kekuatanku dan aku tak akan tertidur karma aku tak ingin lagi bermimpi
aku hanya berusaha mewujudkan sebuah harapan kecil untuk hari yang lebih indah dan berharap tak akan lagi ada peperangan

0 komentar: