Jumat, Juli 18, 2008
pada sebuah pagi
pada sebuah pagi
kubingkai parasmu pada larik-larik puisi
jiwamu yang dingin
matahari, pecah pada rimbun daun akasia
seperti juga rinduku
yang terbelah
dan sunyi
dan sepi
limbung pada sebuah pagi
oou,,, rinduku dewi
aku
bagai tetes-tetes embun
pada belang jaring laba-laba
aku
remuk menjadi sisa gerimis tengah malam
Senin, Juli 14, 2008
Selasa, Juli 08, 2008
Layang-layang
dimana duka kau ungsikan
dimana kausisihkan sudut bibir anak-anak terangkat
bukankah tawa mereka seperti datangnya angin
kadang jauh kadang dekat
begitu pula perasaanku kau mainkan
langit jingga yang karib
mungkin akan menelan cintamu raib
hingga kelabu menjurai gumpalan-gumpalan putih
seandainya kurobek wajahmu
kemudian angin menterlantarkanmu diantara tawa-tawa mereka
dimana kausisihkan sudut bibir anak-anak terangkat
bukankah tawa mereka seperti datangnya angin
kadang jauh kadang dekat
begitu pula perasaanku kau mainkan
langit jingga yang karib
mungkin akan menelan cintamu raib
hingga kelabu menjurai gumpalan-gumpalan putih
seandainya kurobek wajahmu
kemudian angin menterlantarkanmu diantara tawa-tawa mereka
Langganan:
Entri (Atom)