dimana duka kau ungsikan
dimana kausisihkan sudut bibir anak-anak terangkat
bukankah tawa mereka seperti datangnya angin
kadang jauh kadang dekat
begitu pula perasaanku kau mainkan
langit jingga yang karib
mungkin akan menelan cintamu raib
hingga kelabu menjurai gumpalan-gumpalan putih
seandainya kurobek wajahmu
kemudian angin menterlantarkanmu diantara tawa-tawa mereka
0 komentar:
Poskan Komentar