Selasa, Mei 12, 2009

untuk setia

andai aku jadi air mata
aku ingin lahir dari matamu
hidup dipipimu yang kemudian mati di dagumu

tapi, seandainya engkau jadi air mataku
aku tak akan menangis
karna aku tak ingin kehilanganmu

Jumat, Januari 23, 2009

Gerimis 04 Januari

tak kuduga kau datang sepagi ini
saat bunga kuncup, saat daun tertelungkup
kepada embun kau sampaikan tangismu kian parau
dengan wajahmu yang lebam,
sementara aku hanya tertegun mengais serapah dan segudang rasa bersalah
"oh,, seandainya tak kulupakan sebuah pesta kecil untukmu"
lalu apakah hujan tetap akan datang sepagi ini jika kubisikkan segantang do'a atas ulang tahunmu kali ini ?
dan apakah langit tetap akan menitikkan air mata jika kuuntaikan seutas ciuman di lengkung lehermu ?

Jumat, Juli 18, 2008

pada sebuah pagi



pada sebuah pagi
kubingkai parasmu pada larik-larik puisi
jiwamu yang dingin

matahari, pecah pada rimbun daun akasia
seperti juga rinduku
yang terbelah

dan sunyi
dan sepi
limbung pada sebuah pagi

oou,,, rinduku dewi

aku
bagai tetes-tetes embun
pada belang jaring laba-laba
aku
remuk menjadi sisa gerimis tengah malam

Label:

Senin, Juli 14, 2008

untuk ibu


jika aku masih bisa bermimpi
aku ingin melihat senyum manis ibuku

Selasa, Juli 08, 2008

Layang-layang

dimana duka kau ungsikan
dimana kausisihkan sudut bibir anak-anak terangkat
bukankah tawa mereka seperti datangnya angin
kadang jauh kadang dekat
begitu pula perasaanku kau mainkan

langit jingga yang karib
mungkin akan menelan cintamu raib
hingga kelabu menjurai gumpalan-gumpalan putih
seandainya kurobek wajahmu
kemudian angin menterlantarkanmu diantara tawa-tawa mereka

Label:

Selasa, Juni 24, 2008

Penyakit hati


Aku pernah melihatmu
berjalan malu-malu sembunyikan senyum
dan mengendap-endap
seperti ingin menikamku
kemudian ketika aku terpeleset karena berlari menghindarimu
kudengar tawamu begitu lantang
ha.. ha.. ha..

oh Tuhan,
seandainya saja tak engkau bekali manusia dengan penyakit hati...

Label:

Senin, Juni 23, 2008

takkan berteduh

kubiarkan hujan menghujam sekujur tubuh
dan aku takkan berteduh sebelum kebohangan ini luruh
pasti,,
aku takkan berteduh

biar alam membawa cintamu pergi
biar semua sirna perlahan
angin telah bosan menimbang keyakinan
membagi hati pada kubangan
hingga jalan-jalan becek
tapi aku, takkan berteduh
sebelum tiba pelangi melengkung
menjadi pelataran rumahku
nanti !

Label:

Jumat, Juni 20, 2008

Menunggumu

setengah dua belas
bersandar
setumpuk gelisah
dipojok halaman

bukan kedatanganmu
melainkan desir angin
hampir menghampiri


oh... seandainya aku

bersamamu tentu
rembulan tak akan sendiri
relakan sepi menjelma perapian
menghangatkan rasa
menyalakan cinta
hingga gairah terbakar pada lidah dan bibir kita


setengah dua belas
setumpuk gelisah


bukan
bukan kedatanganmu
melainkan desir angin
hampir menghampiri

Label:

Kamis, Juni 19, 2008

empat juli ( jakarta)

bara menjamur dalam darahku
kabut membeku di dadaku
tanpa benih
pun kau semaikan hutan
juga hujan pada bentangan karang
yaa, karang ini Dew,
yang telah lama merindukan terumbu
saat magrib terkikis di ujung senjaku

tetap tak berkiblat
sungguh aku merindukanmu Dewi,
inginku berenang sepanjang kemurnian samudra kasihmu
inginku singgah dan berteduh dalam ruang hatimu
aku
merindukanmu Dewi....

Label:

Cerita rumah kita

sering kudengar kau bercerita tentang rumah sederhana
begitu sederhana
atapnya hanya jerami
kau pungut satu satu dari ladang
kemudian kususun rapat-rapat
kita berharap takkan ada yang bocor bila nanti hujan
bukan marmar
kita akan gelar tembikar di lantai
tentu aku takkan bertanya darimana engkau mendapatkannya
karna aku yakin itu buah karyamu
sedikit motif bunga, untaian daun waru menjadi unik juga
keindahan tersendiri
yah,, cukup indah sebagai ornamen diantara dinding kulit bambu
keringatku mengucur
sambil menyuguhkan minuman engkau menatapku dalam
sedalam kasih kau tanamkan kebun mawar
di sebelah kanan halaman rumah kita
kubelai rambutmu
kau balik menciumku
katamu " jika engkau lelah tetaplah memelukku, rebahkanlah segala peluh penat di dadaku "
kau menuntunku duduk
besandar ditaman sebuah kursi mungil
cukup untuk kita menghabiskan rinai matahari terbenam
juga menjamu senja yang singgah
petang ini
engkau menciumku
kemudian kupeluk tubuhmu erat
engkau kembali menatap dalam mataku
sebesar kasih yang kau tanam
begitu dalam
dalam
hingga kita sama-sama terpejam
entah gerimis atau hujan
aku terbelalak
sekujur tubuhku kuyup liat
seketika kulari cari tempat teduh
aih,, gerimis
aku tertidur tadi
sejenak tertegun dan kusadar bersendiri
tak kutemukan dirimu selain tetes-tetes air dari dedaunan, ujung rambur atau pelipis dan lekuk wajahku
yah, engkau
pergi....
jauh susuri mimpi
jelajahi congkak jejak waktu
meninggalkan ceritamu
tentang sederhana rumah kita
kembalilah dinda
kebun mawar menanti kita
nanti, esok atau kapanpun
kita nikmati matahari tenggelam bersama senja
bersama cintamu
bersama rumah sederhana kita

Label:

Senin, Juni 16, 2008

Asap Do'a

Terhanyut dalam keheningan aku... asap rokok mengepul melayang jelajahi kisah yang kau tiupkan penuh ragu kau hempas nafas kemulutku saat kantuk menyelinap dari rinai gerimis diantara telingaku apakah percintaan tua ini menuai kebosanan? sungguh enggan terbayang sedikitpun asap kembali mengepul menjadi do'a atas janji akan mimpi pertautan hati yang akan abadi

Label:

Rabu, Juni 04, 2008

Rinai

senyap..
sunyi lamat
seperti ingin tapi tak ingin
seperti mau tapi enggan
benakku terhenyak pada malam mencair
mencoba bermandi heningnya
terbuka untuk segala yang ada

menguntai makna, menetaskan kata
waktu menjelma gendewa
angin dan hujan laksa anak panahnya menyerbu tiba-tiba
seperti kemarahan atas tidur yang terganggu
oleh panas terik kemarau tahun lalu
karena hari melupakan dongeng masa kecilnya
bersendawa dalam dosa
berbangga dengan kesesatan
langit yang menangis meratapi
isaknya yang sumbang,
teriakannya yang kadang lantang
selalu lindap diketiak pintu
tak ada yang perduli
sekeras apapun meraung-raung

Label: